Mencintai dengan Sederhana

Mencintai dengan sederhana, via: profhariz.com

Menurutku kemesraan itu tidak perlu diumbar berlebihan. Cukup nikmati saja berdua. Bukankah kemesraan itu tidak perlu mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Biasanya yang dipamerkan itu saat-saat bahagia saja. Sementara dalam hubungan itu pasti akan ada masalah entah besar atau kecil. Di saat-saat seperti itu pastinya kamu akan menutup rapat-rapat. Tidak ingin orang lain tahu. Nah, disini akan menimbulkan tekanan untuk selalu terlihat bahagia. Ah, sungguh merepotkan.

Aku suka dengan lagu, Jatuh Cinta Itu Biasa Saja dari ERK. Juga Puisi, Aku Ingin karya Sapardi Djoko Damono. Seperti mewakili aspirasiku. Karena di dalam baitnya ada semacam sindiran untuk sepasang kekasih yang berlebih dalam memamerkan kemesraan.

Jatuh cinta itu biasa saja, tapi menghidupi. Mencintai itu sederhana saja. Aku memaknai sederhana ini sebagai bersahaja. Porsi cinta yang pas. Tidak lebih tidak kurang. Sederhana saja.

Namun sebenarnya mencintai yang sederhana itu tidaklah sederhana. Jadi antara mencintai dengan sederhana dan menggebu-gebu itu menurutku beda tipis. Yang satu disertai ilmu yang satu sebatas menuruti nafsu mencintai semata.

Bantul, 10 Maret 2017

P.S: Tulisan ini juga ada di akun instagramku yang telah aku posting beberapa bulan lalu dengan ilustrasi foto yang berbeda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s