Tags

, , , , , ,

Ah, sudah cukup lama aku tidak nulis di blog ini. Belakangan ini, lebih aktif di Instagram. Sosial media yang satu itu, memang sedang menyita banyak waktuku. Entah mengapa semenjak mengikuti 30 hari bercerita bulan lalu, rasanya masih cukup sulit menghilangkan kebiasaan menulis di Instagram. Dan tidak tahu kenapa, menulis di sana rasanya lebih mudah daripada menulis di blog. Mungkin karena sudah merasa dibebani dengan anggapan bahwa menulis di blog itu harus panjang dan berbotot.

lawfit-blog-writer

Ilustrasi via: Typewriter

Ketika menulis di blog, aku ingin setiap tulisanku yang telah dipublish itu harus sempurna. Padahal jika dirunut, tujuan awal menulis di blog itu untuk berlatih menulis dan menyampaikan apa yang telah aku pelajari, bukan untuk menjadi perfeksionis. Sedangkan akhir-akhir ini, karena berharap untuk menghasilkan tulisan yang bagus, yang tejadi justru jarang sekali bisa rutin posting. Adalah takut jelek, merupakan hambatan yang paling nyata adanya.

Akhir-akhir ini aku juga rajin menonton YouTube. Biasanya video yang kutonton adalah seputar tenkni menulis dan wawancara dengan penulis-penulis Indonesia. Mendengar mereka membagikan tips menulis, rasanya ada semangat membara untuk segera menulis dan menerbitkan buku. Tapi lagi-lagi, semangat itu berhenti sesaat setelah aku mulai menulis kemudian merasa menulis itu tidak mudah. Ahahaha.

Namun, dari sekian banyak tips menulis itu, aku mendapatkan hal yang mungkin dapat menambah panjang usia blogku. Yakni berkomitmen untuk rutin menulis. Maksudnya, harus ada jadwal rutin kapan harus posting di blog. Setelah dipikir-pikir dengan tidak begitu matang, kuputuskan untuk update blog ini setiap hari senin dan kamis. Biar seperti puasa gitu. Keberanian untuk berkomitmen ini sebenarnya bukan tanpa pertimbangan. Aku mulai berani berkomitmen nulis sejak kemarin rutin ngeblog di Instagram. Berkat 30 hari bercerita, aku bisa menulis selama 30 hari full selama bulan Januari 2017, tanpa merasa terbebani. Justru, aku merasa tertantang untuk mencari ide setiap harinya. Dan karena itu, aku juga jadi fokus untuk selalu menghasilkan tulisan setiap hari.

Untuk awal tulisan setelah istirahat panjang ngeblog, tulisan kali ini aku sudahi saja. Namun sebelumnya, aku ingin menyampaikan ucapan terima kasih pada teman sesama blogger wordpress.com, yakni Fasya dan Audris yang secara tidak langsung telah mempengaruhiku. Mereka telah mengubah pikiranku yang tadinya tidak ingin ikut, jadi mau ikut 30 hari bercerita lewat postingan mereka di Instagram. Selamat atas keberhasilan kalian telah membuatku tidak ingin berhenti nulis disana. Wkwkwk. “Terima Kasih ya!”

Advertisements