Hidup Berkah Para Sahabat

Perang Uhud
Battle of Uhud, via: https://themuslimvibe.com/

Usia yang berkah kiranya menjadi dambaan setiap Muslim. Umur yang singkat dibandingkan dengan usia umat terdahulu tapi mampu memberi kontribusi besar untuk kemajuan Islam dan umat manusia. Itulah ciri dari umat Muhammad Saw. yang mengikuti ajaran beliau.

Siapakah gerangan yang bisa menjadi teladan dalam urusan ini? Tidak lain adalah para sahabat Rasul Saw. Dengan usia yang berkisar antara 60 hingga 70 tahun, mereka memiliki kenangan manis sekaligus mengharukan dari usia yang berkah itu. Usia yang ringkas itu lebih baik dari usia panjang tapi dihabiskan untuk perbuatan sia-sia.

Membaca sirah sahabat, akan banyak kita temukan kisah hidup penuh berkah itu. Kisah-kisah mereka seakan abadi menjadi kisah yang ditulis estafet dalam setiap zaman setelahnya. Sebuah warisan pada generasi kita yang tak ternilai harganya. Tidak hanya mampu membuat mata berkaca-kaca, juga hati yang terisak tapi juga penuh nuansa keimanan. Ketebalan Iman dan setianya pada ajaran Muhammad Saw. sering membuat kita malu sebagai penerus generasi mereka.

Simaklah sepenggal kisah kesyahidan Mush’ab Bin Umair duta Islam pertama, yang sungguh ia telah menepati janjinya mengabdikan diri untuk Islam. Sejarawan Islam, Khalid Muhammad Khalid menulis dalam bukunya, Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah, hal. 52-53 sebagai berikut:

Rasulullah bersama para sahabat datang meninjau medan pertempuran untuk menyampaikan perpisahan kepada para syuhada. Ketika sampai di tempat terbaringnya jasad Mush’ab, bercucuranlah dengan deras air matanya. Berkata Khabbah ibnul ‘Urrat:

“Kami hijrah di jalan Allah bersama Rasulullah saw. dengan mengharap keridhaan-Nya, hingga pastilah sudah pahala di sisi Allah. Di antara kami ada yang telah berlalu sebelum menikmati pahalanya di dunia ini sedikit pun juga. Di antaranya ialah Mush’ab bin Umair yang tewas di perang Uhud. Tak sehelai pun kain untuk menutupinya selain sehelai burdah. Andainya ditaruh di kepalanya, terbukalah kedua belah kakinya. Sebaliknya bila ditutupkan ke kakinya, terbukalah kepalanya. Maka sabda Rasulullah saw.: “Tutupkanlah ke bagian kepalanya, dan kakinya tutupilah dengan rumput idzkhir!”

…Memang, Rasulullah berdiri di depan Mush’ab bin Umair dengan pandangan mata yang pendek bagai menyelubunginya denga kesetiaan dan kasih sayang, dibacakannya ayat:

Di antara orang-orang Mu’min terdapat pahlawa-pahlawan yang telah menepati janjinya dengan Allah. (Q.S. 33 al-Ahzab:23)

Kemudian dengan mengeluh memandangi burdah yang digunakan untuk kain tutupnya, seraya bersabda:

“Ketika di Mekah dulu, tak seorangpun aku lihat yang lebih halus pakaiannya dan lebih rapi rambutnya dari padamu. Tetapi sekarang ini dengan rambutmu yang kusut masai, hanya dibalut sehelai burdah.”

Bacalah kisah-kisah mereka! Ya, memang dengan membaca, kita dapat mengetahui jalan hidup mereka. Mengetahui kuatnya iman yang dimiliki para sahabat. Juga mampu menjadi inspirasi dalam meniti langkah mereka meski sampai kapanpun kita tidak akan mampu menyamainya.

Siapapun itu, tokoh sehebat apapun di zaman ini tidak akan mampu menyami pahala para sahabat. Karena sejatinya semakin Islami kehidupan umat di zaman ini, semakin banjir pahala yang mengalir untuk generasi terbaik itu. Karena ilmu Islam yang kita dapat sekarang ini tidak lepas dari kontribusi para sahabat dalam menyampaikan Islam. Dan kita memahami, ilmu yang bermanfaat adalah amal jariyah. Betapa banyak kita mendapat aliran ilmu dari para Sahabat Rasul Saw. Melalui Ulama, Kyai, Ustadz, dan guru-guru, kita memperoleh manfaat dari Islam yang mereka dakwahkan.

Namun sebenarnya umat Islam yang hidup sepeninggalan Rasulullah Saw. juga dapat memperoleh kedudukan mulia di akherat kelak, seperti yang diterangkan dalam hadits berikut ini:

Diriwayatkan dari Abu Jum’ah ra yang berkata “Suatu saat kami pernah makan siang bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan ketika itu ada Abu Ubaidah bin Jarrah ra yang berkata “Wahai Rasulullah Saw. adakah orang yang lebih baik dari kami? Kami memeluk Islam dan berjihad bersama Engkau”. Beliau shallallahu alaihi wasallam menjawab “Ya ada, yaitu kaum yang akan datang setelah kalian, yang beriman kepadaku padahal mereka tidak melihatku”. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad juz 4 hal 106 hadis no 17017. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ad Darimi dalam Sunan Ad Darimi juz 2 hal 398 hadis no 2744 dengan sanad yang shahih.

Wallahu a’lam bishawab.

(@dhicovelian)

Advertisements

4 thoughts on “Hidup Berkah Para Sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s