Tags

, , , ,

Raditya Dika

Raditya Dika, via: gosipnews.com

Kemarin saya nonton kuliahnya Jack Ma di Facebook. Ia adalah pebisnis berkebangsaan China. Lebih dikenal sebagai pendiri Alibaba Group. Salah satu nasehatnya yang masih saya ingat sampai saat ini adalah tentang keluhan. Ia menyampaikna kalau setiap orang pernah mengeluh tetapi hanya orang sukseslah yang tidak mengeluh. Malah justru dari keluhan tersebut dapat menjadi peluang bisnis. Maksudnya, keluhan orang lain bisa kita jadikan ide untuk menentukan bisnis yang akan kita jalani.

Dalam keseharian sering kita temui alat sederhana yang dapat membantu mempermudah aktifitas kita, seperti contohnya tongkat narsis (tongsis). Mungkin penemu tongsis ini dahulu melihat seseorang sulit melakukan foto sendiri/selfie. Atau mungkin pengalaman dirinya sendiri yang merasa kesulitan untuk selfie, kemudian ia berpikir tentang alat yang dapat membantunya untuk selfie. Terciptalah tongsis.

Dari sini saya manjadi teringat dengan ide stand up comedi. Kita mungkin pernah mendengar Raditia Dika mengatakan, “Komedi yang baik adalah komedi yang memiliki persepsi unik. Lalu bagaimana dapat persepsi yang unik? Semua berangkat dari kegelisahan.” Selain kegelisahan diri sendiri, bisa juga kita mengamati di sekitar kita, mencari kegelisahan masyarakat atau individu masyarakat. Dari situ, comic dapat menemukan ide untuk open mic.

Dari kedua hal di atas dapat kita simpulkan bahwa, semua itu hanya masalah sudut pandang. Penyikapan kita terhadap keadaan hidup yang sering tidak mementu, tergantung sudut pandang kita. Lebih jauh lagi, hal ini berkaitan dengan pola pikir kita. Karena pemikiran mempengaruhi cara kita merespon terhadap segala sesuatu. Semua itu pilihan kita, akan menyikapinya dengan tenang atau panik. Tenang kemudian mencari solusi, atau justru panik akibatnya masalah semakin ruwet.

Advertisements