Tags

, , , , ,

pendidikan bapak pada anak

Ilustrasi dari: slaterzurz.com

Segala sesuatu di dunia ini membutuhkan yang namanya ilmu. Ilmu yang akan menghantarkan manusia pada jalan yang benar dalam melakukan suatu perbuatan. Termasuk dalam hal mendidik anak. Setiap orang tua memiliki cara masing-masing dalam mendidik anak-anak mereka. Didikan  yang menurut orang tua benar akan ia terapkan pada anak-anaknya. Sehingga anak akan tumbuh dengan pola pikir dan karakter orang tuanya.

Disinilah pentingnya memiliki ilmu. Orang tua dengan ilmu minim akan mendidik anaknya sebatas ilmu yang dimiliki. Dari sini, terkadang menghasilkan cara mendidik yang otoriter atau sebaliknya, terlalu bebas. Terkadang pemahaman yang dirasa baik oleh orang tua, belum tentu benar menurut cara mendidik Islami. Mengapa cara didik Islami? Menurut Ust. Budi Ashari, ilmu selain Islam akan selalu berkutat dalam tiga hal: pertama, dia bisa benar. Kedua, dia benar tapi tidak sempurna, dan ketiga salah total. Berbeda dengan cara mendidik Islami yang bersumber dari konsep yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. tentang parenting, pasti akan memabawa kebaikan pada diri anak-anak. Maka sudah semestinya orang tua memiliki pemahaman terkait dengan parenting Islami, agar anak tumbuh dengan nilai-nilai Islam yang kuat.

Namun kehidupan dewasa ini masih cukup sulit mencari pendidikan yang Islami. Maksud saya, parenting Islami atau parenting nabawiyah belum membudaya di kalangan masyarakat kita. Lebih-lebih dalam kehidupan sekuler (memisahkan aturan agama dari kehidupan) ini.

Sadar atau tidak, orang tua yang memiliki pemahaman sekuler, akan melahirkan generasi yang juga sekuler. Selama orang tua tidak merubah pemahamannya, ia akan terus berpemahaman sekuler dalam berbagai hal. Dengan demikian, akan lahir anak yang memiliki pemikiran rusak yang sama dengan orang tuanya. Karena orang tua telah menginstal pemahaman itu lewat didikannya.

Sedangkan Islam, memiliki sistim kehidupan yang khas. Selama seorang Muslim hanya menjadikan Islam sebagai satu-satunya solusi, maka ia telah menjadikan Islam sebagai kaca mata dalam memandang kehidupan. Namun sebelum sampai disitu, orang tua terlebih dulu, menyadari dan meyakini dengan pemahaman yang mendalam, yang ia dapatkan dari proses berpikir tentang kebenaran Islam. Sehingga ia akan meyakini dengan pasti bahwa hanya Islamlah agama sekaligus sistim kehidupan yang paling benar, dan yang lain salah. Sehingga setiap problematika kehidupan dikembalikan pada bagaimana Islam mengaturnya. Pemahaman ini meliputi segala hal, baik dalam persoalan inidvidu, bermasyarakat, sampai pada sistim pemerintahan. Tidak terkecuali dalam ilmu mendidik anak ini, atau parenting.

Mendidik anak menjadi sholeh/sholehah sangatlah penting. Mengingat, estafet kehidupan selanjutnya akan dilanjutkan oleh anak-anak kita ini. Wallahu a’lam bishawab

Advertisements