Etika Menasehati dalam Islam

“Orang Mukmin menutupi (aib saudaranya) dan memberi nasihat, sedangkan orang jahat menghancurkan dan menghina.” (Jami’ul ulum wa al-hikam).

quran
Al-Qur’an, petunjuk hidup manusia. Ilustrasi dari: isbcc.org

Tak ada sebuah perbuatan pun yang luput dari aturan Islam. Islam itu sempurna, kesempurnaanya meliputi segala hal, termasuk dalam menasihati.

Rasul saw. memerintahkan pada umatnya untuk mencintai saudaranya seaqidah seperti mencintai dirinya sendiri. Sikap itu pun meliputi etika menasihati saudaranya. Seperti yang disampaikan para alim, yang saya kutip dari republika.com berikut ini:

Abu Amr bin Ash-shalah berkata, “Nasihat adalah kalimat yang mengandung pengertian di mana pemberi nasihat menginginkan kebaikan pada yang diberi nasihat.”

”Orang yang memberi nasihat di depan umum yang disertai hardikan dan kata-kata kasar, sama dengan orang yang jahat karena ia meruntuhkan dan menghancurkan martabatnya.”

Al-fudhail bin Iyad berkata, “Orang Mukmin menutupi (aib saudaranya) dan memberi nasihat, sedangkan orang jahat menghancurkan dan menghina.” (Jami’ul ulum wa al-hikam).

Para ulama salaf mengatakan, “Barangsiapa mengingatkan saudaranya, lalu ia melakukannya hanya antara dia dengan saudaranya itu, maka itulah nasihat. Adapun yang menasihatinya di hadapan orang lain, berarti telah mempermalukannya.”

Imam syafi’i berakata, “Barangsiapa menasehati saudaranya dengan sembunyi-sembunyi, berarti ia telah menasehati dan mengindahkannya. Barangsiapa menasehati dengan terang-terangan, berarti ia telah mempermalukan dan memburukkannya. (Shahih Muslim Bisyar An-Nawawi (2/24)).

Indahnya Islam, dalam memberi nasihat pun ada aturannya. Sampai-sampai memperhitungkan masalah perasaan. Menjaga perasaan saudaranya agar tidak merasa direndahkan harga dirinya di hadapan khalayak.

Advertisements

12 thoughts on “Etika Menasehati dalam Islam

        1. Iya kebanyakan memang begitu. Biasanya kita yang baru “mengenal” Islam memang begitu. Saya mungkin juga termasuk diantaranya. 🙂 Tapi menurut saya itu bagian dari proses. Menulis saja kan butuh proses, termasuk juga melakukan kebaikan seperti menasihati saudara sesama muslim. Terkadang niatnya baik tapi caranya kurang tepat, terkesan menggurui.

          1. Faktanya kita susah menerima nasehat dari orang yg (mungkin) gak lebih baik dari kita. Padahal dalam Islam juga diajarkan supaya melihat apa yg dikatakan, bukan siapa yg mengatakan. 🙂

            1. Yups, benar sekali Mas. Ini yang sering dibisikan setan pada hati manusia. Hingga benih-benih kesombongan tumbuh dalam hati kita. Sehingga meski kebenaran yang disampaikan, karena kesombongan, yang dinasihati akan menolaknya. Astagfirullah…

  1. Al-fudhail bin Iyad berkata, “Orang Mukmin menutupi (aib saudaranya) dan memberi nasihat, sedangkan orang jahat menghancurkan dan menghina.” (Jami’ul ulum wa al-hikam). –> note this

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s