Kebahagiaan dalam Pandangan Peradaban

Kebahagiaan seorang Muslim lahir dari aqidah Islam – meyakini bahwa Allah Swt., adalah Sang Pencipta, tujuan hidupnya untuk beribadah padaNya, dan setelah mati akan kembali padaNya. Oleh karena itu, kebahagiaan tertingginya adalah keridhaan Allah Swt.

uang 100 dolar
Image from: ecrater.co.uk

Sedangkan dalam pandangan Ideologi Kapitalis, materilah yang menjadi puncak kebahagiaan. Maka tidak heran dalam uang kertas 100 dolar, dipilihlah Benjamin Franklin sebagai gambarnya, mengeliminasi tokoh-tokoh Amerika yang lain. Siapa Benjamin Franklin? Ia adalah pencetus istilah, “waktu adalah uang”.

Mungkin menurut peradaban Barat yang sekuler itu, ungkapan tersebut adalah perkataan yang mewakili jalan hidup dan tujuan hidup mereka di dunia. Maka wajar jika foto Benjamin Franklin ada dalam mata uang tertinggi Amerika, sekalipun ia bukan mantan presiden atau penemu benua Amerika.

Sebagai akibat dari hegemoni Kapitalisme, yang dipaksakan di negeri-negeri kaum Muslimin dalam wujud sistim Demokrasi dan pemikiran-pemikiran yang lahir dari peradaban mereka. Lambat laun, kaum Muslimin terpengaruh dengan standar kebahagiaan Barat tersebut. Terutama bagi mereka yang sedari lahir sudah hidup dalam peradaban rusak Kapitalisme.

Catatan: Mengenai, alasan foto Benjamin Franklin dipilih menjadi foto dalam uang 100 dollar tersebut, murni pendapat pribadi, bukan berasal dari sumber yang bersangkutan.

Advertisements

2 thoughts on “Kebahagiaan dalam Pandangan Peradaban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s