Imperialisme Hanya Relevan Diterapkan dalam Game

AOE II
Image from: winpoin.com

Ada game classic yang masih asik dimainkan di tahun-tahun dimana teknologi game sudah berkembang begitu pesat. Namanya adalah Age Of Empire II. Game jadul yang diluncurkan tahun 1999 ini bergenre RTS (Real-Time Strategy)

RTS memiliki ciri khas berupa permainan perang yang terdiri atas pembangunan kekuatan/negara, pengumpulan sumberdaya, serta pembangunan dan pengaturan pasukan-pasukan tempur (id.wikipedia.org) Bisa dibilang seperti menjadi kepala negara dalam versi simpelnya.

Dalam berbagai hal, setiap aktifitas mestinya memiliki tujuan. Dalam game ini kita juga dituntut memiliki tujuan, yakni kemenangan. Kemenangan dalam bermain game RTS, terletak pada strategi yang brilian. Jika kita bermain multiplayer, strategi setiap pemain diadu. Apakah strategi kita efektif menghancukan negara lawan atau tidak, hanya bisa dibuktikan pada saat peperangan berlangsung, kemudian kita belajar dari peperangan sebelumnya. Oleh mengapa, tantangannya lebih besar dibandingkan genre game PC lainnya.

Selain strategi, kita juga haru memiliki keberanian dan kecerdasan berperang. Kapan harus menyerang dengan tetap mempertimbangkan keadaan ekonomi, dan kapan saatnya harus bertahan menghadang gempuran lawan.

Selain itu, kita harus memiliki resource  yang cukup. Bagaimana harus mencari bahan tambang yang banyak, bagaimana harus menghasilkan ketahanan pangan, yakni dengan bertani atau berburu, bagaimana mendapatkan kayu yang banyak, – agar sewaktu-waktu jika bahan tambang habis, hasil pertanian atau kayu bisa dijual untuk mendapatkan emas, semua menuntut strategi dari setiap pemain.

Cara paling efisien dari semua itu adalah dengan berlomba-lomba menguasai sebesar mungkin wilayah dari keseluruhan peta di awal permainan. Dengan tujuan, agar kita bisa leluasa mengambil bahan tambang, ataupun menebang kayu untuk kebutuhan berperang sebelum didahului pihak lawan. Hal inilah yang menuntuk kita untuk mengikuti strategi imperialisme. Tanpa  hal itu kita akan kalah dalam hal persaingan resource.

Berbicar tentang Imperialisme, sebenarnya negara kita tidak lupun dari Imperialisme. Lebih tepatnya Neo-Imperialisme. Sekarang ini negara kita sedang dijajah dengan penjajahan gaya baru yakni Neo-Imperialisme dan Neo-Liberalisme. Penjajahan gaya baru ini, eksistensinya tidak terlalu terlihat seperti penjajahan yang bersifat fisik, penjajahan ini hanya bisa diketahui jika kita melek politik.

Dalam game kita dituntut untuk menguasai sumber daya alam yang tersebar di keseluruhan peta. Tanap hal itu kita sulit untuk menang. Sedangkan dalam dunia nyata ini, kita sebagai seorang Muslim terikat dengan aturan Islam. Kita tidak boleh mengambil seenaknya sumber daya dari negara lain, atau memprivatisasi bahan tambang yang sejatinya milik rakyat itu. Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah Saw. bersabda,

“Manusia itu berserikat (bersama-sama memiliki) dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api”. [HR Ahmad, Abu Dawud, An Nasaaiy, dll)

Maka sebagai seorang Muslim, kita harus terikat dengan aturan Islam termasuk dalam aturan pemerintahannya. Karena dorongan ini lahir dari keimanan seorang hamba pada Allah Swt. Sementara dalam game, kita tidak memiliki tujuan lain selain berkuasa dan memenangkan permainan. Tidak ada dalam game, aturan agama yang mengika pemainnya, sekalipun pemain itu Muslim.

Seperti yang sudah saya singgung di awal, setiap aktifitas memiliki tujuan, dan tujuan inilah yang membuat seseorang memiliki semangat untuk bertindak. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sholat, puasa, berakhlak baik, membantu sesama manusia, dan amal sholeh lainnya, memiliki tujuan agar kita mendapatkan ridha Allah Swt. sedangkan dalam game, tujuan kita adalah kemenangan, entah dengan cara apa kita memenangkannya.

Maka saya memiliki kesimpulan bahwa Imperialisme hanya relevan diterapkan dalam game. Tidak dalam kehidupan nyata di dunia ini, karena kehidupan seorang Muslimin senantiasa terikat dengan aturan Islam. Wallahu A’lam Bishawab. [dhico v]

Advertisements

5 thoughts on “Imperialisme Hanya Relevan Diterapkan dalam Game

    1. Kalau saya malah belum pernah main stronghold crushader. Untuk game AOE II, lebih enak kalau mainnya LAN, jadi bisa main bersama dalam satu peperangan dengan teman-teman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s