Andai Keimanan Bisa Dibeli

Iman tak dapat diwarisi
Dari seorang ayah yang bertaqwa
Ia tak dapat dijual beli
Ia tiada di tepian pantai

Iman Mutiara – Raihan

Seandainya keimanan kepada Allah Swt. dapat diperoleh dengan jalan waris, maka mudah kiranya seorang Ayah yang bertakwa menjadikan anak-anaknya beriman, tanpa perlu usaha untuk memahamkannya. Tapi kenyataanya tidak demikian. Diluar pembahasan bahwa Sang Pencipta yang memberi hidayah, orang tua wajib mendidik andak-anaknya untuk menjadikan si anak memiliki keimanan yang kuat dan menjadi anak yang Sholeh/Sholehah.

jalan lurusImage: wallpaperstock.net

Atau jika keimanan diibaratkan sebagai sebuah barang berharga yang dapat dibeli, meskipun dengan harga yang mahal. Semisal 10 juta untuk keimanan yang tingkatannya rendah dan 1 triliun ke atas untuk keimana yang tingkatannya tinggi. Mungkin kita masih bisa mengumpulkan sejumlah uang untuk membeli yang namanya keimanan itu. Terlebih orang kaya, akan lebih mudah memperoleh keimanan. Seseorang juga bisa lebih mudah membuat orang yang dicintainya yang bukan beragama Islam untuk menjadi beriman dengan membeli keimanan. Sehingga orang yang dicintainya itu bisa merasakan manisnya iman sama seperti yang dirinya rasakan. Itu jika keimanan diibaratkan sebuah barang berharga yang bisa dibeli! Tapi lagi-lagi kenyataanya tidak demikian.

Keimanan yang kuat sejatinya diperoleh dari proses berpikir. Memikirkan pertanyaan-pertanyaan mendasar yang muncul dari dalam diri setiap manusia normal. Pertanyaan itu meliputi, darimana saya berasal? Untuk apa hidup di dunia ini? Dan kemana setelah mati? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang mendorong manusia untuk mencari jawabannya. Jawaban inilah yang dinamakan dengan Aqidah.

Sebagai manusia yang dilahirkan sebagai Muslim, karena orang tua beragama Islam, kita patut bersyukur pada Allah Swt. karena hidayah lebih dekat kepada kita daripada orang-orang yang lahir di keluarga non-Muslim. Namun keimanan yang diperoleh dari keturunan saja tidak cukup, kita harus membukitikan sendiri bahwa Islam adalah agama yang benar. Sehingga keimanan kita semakin kuat seperti keimanan para Sahabat yang dididik langsung oleh Rasulullah Saw.

Betapa beruntungnya kita beriman kepada Allah Swt. Karena harga dari keimanan itu nilainya lebih dari emas seberat bumi.

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong”. ( Qs. : Ali Imran : 91 )

Doa agar diteguhkan hati kita pada Islam:

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”

[HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792]

Dihari jumat, 6 maret 2015 yang penuh berkah ini, semoga Allah Swt. selalu meneguhkan hati kita di atas agamaNya.

Advertisements

2 thoughts on “Andai Keimanan Bisa Dibeli

  1. Memang nggak mudah, ya, mempertahankan kadar ketaqwaan kita. Menjaga Iman yang kuat. Godaan selalu datang dari arah tak terduga. Seringnya, datang dari hal yang kita cinta atau sukai.

    Nice share 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s