Tags

, , , , , ,

LenteraImage: nangz.deviantart.com

Segala sesuatu jika dipersiapkan, maka hasilnya akan lebih baik. Benar demikian? Iya benar. Sebagai contoh, rumah yang di desain terlebih dahulu dengan perencanaan yang matang, dengan rumah yang asal berdiri pasti hasilnya akan berbeda. Pastinya akan lebih bagus yang didesain terlebih dahulu.

Tidak hanya dalam membangun sebuah rumah, dalam dunia blog juga demikian. Jika kita memiliki jadwal memposting blog setiap satu minggu sekali atau 1 minggu 2 kali mungkin, pasti hasilnya akan lebih baik dari orang yang postingnya hanya mengikuti mood. -Setidaknya baik dalam diri blogger sendiri dalam hal kedisiplinan.-

Dengan posting blog secara rutin dan teratur maka pemilik blog akan terdorong untuk selalu memikirkan ide apa yang akan ditulis untuk minggu ini -jika dia membiasakan posting blog mingguan-. Dalam hal ini saya termasuk blogger tipe kedua, yang menikuti mood. Tapi tidak masalah, karena dalam tulisan saya kali ini, tidak sedang membahas masalah mood dalam menulis. :p

Maka jika dalam beraktifitas saja kita membutuhkan perencanaan atau persiapan maka dalam mempersiapkan kehidupan sesudah kematian kita juga membutuhkan yang namanya persiapan atau perencanaan.

Guru saya pernah menyampaikan tausiyah dalam sebuah majelis. Beliau bertanya, “Jika kita diberitahu bahwa besok ada pemadaman listrik selama 2 jam, apa yang anda persiapkan?” Diantar kami ada yang menjawab, “lilin, dian teplok, lampu sentir (lentera)” dll. Guru saya melanjutkan pertanyaan, “Jika listrik mati 2 hari, apa yang akan anda persiapkan?” Ada yang menjawab, “mempersiapkan lampu emergency, mengecas lampu emergency.” Setelah itu, untuk yang ketiga kalinya guru saya tersebut kembali memberikan pertanyaan kepada kami? “Kalau pihak PLN memberitahu pada kita bahwa listrik akan mati selama 2 minggu, apa yang akan anda persiapkan?” Dari kami ada yang menjawab, “sedia genset, membeli bensin untuk menyalakan genset.”

Lalu guru saya memberikan pelajaran tentang hal itu, pelajaran yang menurut  diri saya pribadi cukup berkesan. Kurang lebih begini apa yang disampaikan, “Untuk memperisapkan lampu mati selama 2 minggu saja kita perlu mempersiapkan banyak hal agar rumah kita tidak gelap, maka sudah seharusnya untuk menghadapai kehidupan setelah kematian kita harus mempersiapkan sebaik mungkin dengan usaha semaksimal mungkin. Yakni dengan beriman dan beramal sholeh. agar alam kubur kita tidak gelap.”

Sudah seharusnya seorang Muslim, mempersiapkan bekal di dunia untuk kehidupan akhirat. Ibn al-Mubarak dalam Az-Zuhd dan Ibn Abi ad-Dunya dalam Mushannaf-nya menyebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib ra. pernah berkata, “Sesungguhnya dunia itu berjalan pergi. Sesungguhnya akhirat itu berjalan mendekat. Masing-masing memiliki anak-anak. Karena itu, jadilah kalian anak-anak akhirat, dan jangan menjadi anak-anak dunia.  Sesungguhnya hari ini adalah hari amal dan tidak ada hisab, sementara esok adalah hari penghisaban dan tidak ada lagi amal.

Nb: Cerita di atas saya tulis seingat saya. Terdapat penambahan dan pengurangan di sana sini. Tapi semoga tidak mengurangi maknan dari apa yang guru saya sampaikan pada waktu itu.

Advertisements