Tags

, , , , ,

Awan kumulonimbus belakangan ini sering disebut-sebut di media. Penyebanya karena diduga pesawat Air Asia bernomor penerbangan QZ 8501 jatuh setelah menabrak awan kumulonimbus. Karena dugaan itulah awan komulunimbus menjadi terkenal.

Pesawat ini rencananya  akan melakukan penerbangan dari Surabaya menuju Singapura, namun ditengah perjalanan pesawat ini hilang kontak dengan menara kawalan trafik udara (ATC) Indonesia.

Awan KumulonimbusImage from: cbvl.blogspot.com

Awan kumulonimbus atau cumulonimbus (Cb) terbentuk dari hasil ketidakstabilan atmosfer. Menurut wikipedia awan kumulonimbus adalah sebuah awan vertikal menjulang (keluarga D2) yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya. Kumulonimbus berasal dari bahasa Latin, “cumulus” berarti terakumulasi dan “nimbus” berarti hujan.

Awan jenis ini berbahaya dalam dunia penerbangan, karena dapat menyebabkan mesin mati. Karena di dalam awan kumolonimbus terdapat butiran-butiran es yang mengalir,  kalau butiran es itu masuk ke mesin akan mengakibatkan mesin mati. Seperti yang dijelaskan oleh Pengamat Penerbangan, Jusman Syafii Djamal berikut ini:

“Di dalam awan cumulus nimbus terdapat butiran es yang mengalir, kalau butiran ini masuk ke engine maka dapat menyebabkan engine mati,” ujar Jusman kepada Republika, Ahad (28/12).

Tahukah teman-teman, sudah sejak 1400 tahun lalu, Al Qur’an telah menjelaskan awan kumulonimbus. Dalam Al Qur’an surat An-Nur:43, Allah SWT menjelaskan awan yang karakteristiknya mirip dengan awan kumulonimbus.

“Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (Terjemahan Q.S An-Nur:43)

Wallahu A’lam Bishawab

Advertisements