Apa Standar Benar dan Salah Seorang Muslim?

Dewasa ini semakin banyak orang yang memandang kebenaran dan kesalahan bersifat relatif. Sampai-sampai, orang Islam pun ikut-ikutan menganggap bahwa benar dan salah itu relatif.

Benar dan SalahImage from: marekhamsik.files.wordpress.com/

Saya mengutip dari id.answers.yahoo.com, jawaban dari pertanyaan, “Apakah benar dan salah itu relatif?” Diantara beberapa jawaban, ada seseorang yang menjawab, “kalau menurutku sih yang namanya benar dan salah itu memang relatif, tidak ada kebenaran mutlak dan tidak ada kesalahan yang mutlak. sesuatu itu dianggap salah dan benar tergantung pada kehendak mayoritas dalam suatu kelompok masyarakat. misalnya hidup bersama tanpa ikatan pernikahan di Amerika dianggap benar tapi itu akan dianggap salah di Indonesia.”

Memang, jika kita menyandarkan benar dan salah dari berbagai sudut pandang, hasilnya kebenaran dan kesalahan itu relatif. Tapi apa iya, seorang Muslim menilai benar dan salah dari berbagai  standar. Padahal sudah ada standar yang jelas mengenai benar dan salah ini.

Darimana kita mendapatkan standar yang jelas mengenai benar dan salah? Kita harus menilai benar dan salah dari apa yang sudah dikabarkan Dzat Yang Mahatahu. Tidak ada jalan lain mengetahui kebenaran dan kesalahan selain dengan aturan yang telah diturunkan Sang Pencipta. Mengapa demikian? Karena Dialah Yang Maha Mengetahui atas setiap ciptaanNya.

Sebagai seorang Muslim, sudah seharusnya kita menilai suatu perbuatan dari sudut pandang Islam, bukan dengan yang lain. Apalagi dari ideologi di luar Islam, seperti Sekuler-Kapitalis atau Sosialis-Komunis, yang jelas-jelas paham tersebut cacat sejak lahir.  Sangat disayangkan, jika seorang Muslim masih menilai suatu perbuatan berdasarkan sudut pandang di luar Islam.

Tidak heran, kita mendapati orang Islam tapi pemikiran-pemikirannya Sekuler, pemikiran-pemikiran mereka Sosialis, karena mereka mengambil benar dan salah dari luar Islam. Mereka tidak menjadikan Islam sebagai kaca mata untuk menilai suatu aktifitas atau perbuatan.

Contoh pemahaman yang salah adalah, “ayat konstitusi di atas Ayat Al Quran” Pemahaman seperti ini jelas-jelas terpengaruh dari paham Sekulerisme.

Kita tahu nama lain dari Al Qur’an adalah Al-Furqan. Al Furqan sendiri jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia artinya pembeda (benar dan salah.) Allah SWT berfirman dalam Q.S Al Furqan ayat 1:

“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al Furqaan [25]:1)

Sudah seharusnya, kita menjadikan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai standar kita untuk menilai benar dan salah dari suatu perbuatan, bukan dengan standar yang lain. Wallahu a’lam bishawab

Advertisements

6 thoughts on “Apa Standar Benar dan Salah Seorang Muslim?

  1. Benar atau salah? Entahlah. Yang penting tu kalau Allah ngelarang berarti kalau dilakukan dosa, ntar masuk neraka. Nauzubillah. Kalau Allah nyuruh berarti wajib, dapet pahala, ntar masuk surga. Yah, begitulah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s