Tags

, , , , , , , , , ,

Ketika banyak orang menanti film supernova adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Dewi “Dee” Lestari, saya justru penasaran dengan “Supernova.” Apa itu supernova? Rasa penasaran itu langsung saya lampiaskan dengan mencari pengertian supernova lewat google, dengan kata kunci “Supernova adalah

Namun ketika sedang riset keyword tentang supernova untuk saya jadikan bahan tulisan di blog ini, muncul banyak sekali pilihan, ada supernova band, supernova one piece dan supernova dee. Tapi dari kesemua itu saya lebih tertarik untuk membahas tentang supernova yang sebenarnya.

Supernova adalah ledakan sebuah bintang yang masanya telah habis. Ledakan tersebut memancarkan cahaya, bahkan kecemerlangannya bisa mencapai ratusan juta kali cahaya bintang tersebut semula. Beberapa minggu atau bulan, sebelum suatu bintang mengalami supernova, bintang tersebut akan mengeluarkan energi setara dengan energi yang dilepaskan matahari seumur hidup. Bisa membayangkan? Ledakan ini meruntuhkan sebagian besar material bintang pada kecepatan 30.000 km/s (10% kecepatan cahaya) dan melepaskan gelombang kejut yang mampu memusnahkan medium antarbintang.

supernova wikipedia

Tanda panah di bagian kanan, menunjukan bintang sebelum meledak.

Via: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Supernova_1987A.jpg

Sebelumnya saya bertanya-tanya, “Jika bintang mengalami supernova, berarti matahari yang juga merupakan sebuah bintang, akan mengalami supernova juga donk?” Dari artikel yang saya baca, yang mengalami ledakan dahsyat pada umumnya adalah bintang yang memiliki massa 15 kali dari massa matahari, yang memiliki potensi meledak sangat dahsyat. Mungkin Matahari kelak juga akan mengalami supernova mungkin juga tidak. Tapi yang jelas umat Islam meyakini bahwa hari kiamat itu pasti ada.

Ketika membahas benda-benda yang ada di alam semesta, entah mengapa, saya selalu tertarik untuk mencari tahu lebih lagi. Hal ini selalu membuat saya tidak bosan untuk mencari informasi seputar alam semesta dan fenomena yang terjadi. Mungkin ketertarikan itu tumbuh karena dengan mengaetahui apa saja yang ada di alam semesta dan fenomena menakjubkan apa saja yang terjadi, kita menjadi tahu bahwa manusia itu teramat kecil, tapi sering sombong. Itu sebagai introspeksi diri saya pribadi yang secara sadar atau tidak sadar sering sombong.

Planet bumi yang kita tinggali ini ternyata jika dibandingkan dengan planet lain terlihat sangat kecil, apalagi dibandingkan dengan matahari. Belum lagi dibandingkan dengan bintang lain yang memiliki ukuran lebih besar dari matahari. Lihat gambar di bawah ini!

Perbandingan antar planet

Perbandingan bumi dengan planet dan bintang.

Via: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/cc/Star-sizes.jpg

Dari memahami hal tersebut, kita menjadi semakin yakin bahwa Sang Pencipta itu ada. Karena mustahil semua itu ada tanpa ada yang menciptakan. Mustahil alam semesta ini ada dengan sendirinya. Seperti halnya tulisan ini ada, karena ada orang yang menulisnya. Tidak mungkin tulisan ini ada dengan sendirinya. Jikalaupun teori big bang yang merupakan awal mula terjadinya alam semesta ini, merupakan teori yang benar,  saya lebih percaya pada “Dia” yang menjadikan big bang itu terjadi. Dia adalah Allah, Sang Maha Pencipta.

Sumber: id.wikipedia.org, astronomi-info.blogspot.com

Advertisements