Tags

, , ,

pluralisme

“Bila semua agama benar, lantas mangapa memilih Islam?”

Pertanyaan ini sebenarnya saya tujukan pada orang-orang Islam yang teracuni dengan paham pluralisme. Pertanyaan yang simpel tapi mungkin akan dijawab dengan panjang lebar oleh mereka. Padahal MUI sendiri dalam fatwanya No.7/MUNAS VII/MUI/11/2005 telah dengan jelas-jelas menyebutkan bahwa pluralisme adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, dan umat Islam haram mengikuti paham tersebut. Mungkin mereka lupa bahwa agama yang diridhai Allah setelah diutusnya Rasul terakhir adalah Islam. Mereka mungkin tidak ingat dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan kebenaran Islam.

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Ali Imran: 19)

dan mungkin juga lupa dengan ayat Al-Qur’an di bawah ini:

“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali ‘Imran: 85)

“Dan diantara manusia ada yang mendewa-dewakan selain daripada Allah, dan mencintainya sebagaimana mencintai Rabb, lain dengan orang yang beriman, mereka lebih mencintai Allah. Kalau orang lalim itu tahu waktu melihat adzab Allah niscaya mereka sadar sesungguhnya semua kekuatan itu milik Allah, dan Allah amat pedih siksaNya.”(al-Baqarah:165).

Ayat-ayat Al-Quran diatas sebenarnya sudah cukup untuk mematahkan pendapat mereka yang menyatakan semua agama adalah benar. Sangat disayangkan jika seorang muslim yang telah bersyahadat, “La ilaha illallah muhammadur rasulullah” beranggapan semua agama adalah benar.

Seandainya paham pluralisme ini benar menurut Islam, berarti tidak ada satupun manusia yang masuk ke dalam neraka. Padahal Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi, Nasrani (setelah datangnya Islam) dan kaum musyrik tidak mungkin masuk surganya Allah. Perhatikan ayat berikut ini.

“Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”. (al-Baqarah:111)

Islam itu mengakui adanya pluralitas (keragaman) agama tapi bukan pluralisme. Paham pluralisme bertentangna dengan Islam, haram menyebarluaskan dan menerapkannya. Maka dari itu sudah seharusnya kita sebagai umat Islam harus rajin menuntut ilmu terkait dengan aturan Islam yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari kita, termasuk mengetahui bahaya pluralisme yang akan merusak aqidah umat Islam.

Semoga orang-orang Islam yang saat ini masih memiliki paham pluralisme, sadar dan meyakini bahwa Islamlah agama yang benar. Wallahu a’lam bishawab

Sumber gambar dari sini.

Advertisements