Tags

, , , , , , , ,

Anak dan Al-Qur'anKita itu berakhlak bukan karena akhlak itu sendiri. Dan juga bukan karena manfaat atau mafsadat. Lebih dari itu, kita berakhlak karena itu perintah Allah SWT yang harus dilaksanakan.

Karena jika kita berakhlak didasari oleh manfaat dan mafsadat. Maka jika manfaatnya hilang atau justru yang kita dapat malah mafsadat, maka berakhlak baik tidak akan dilakukan.

Contoh: Kita jujur, tidak sombong, itu bukan karena kalau jujur atau kalau tidak sombong akan mempunyai banyak teman. Bukan itu tujuannya. Terkadang justru berkata jujur malah dibenci orang. Tapi mengapa kita harus tetap berkata jujur, karena jujur merupakan akhlak yang terpuji dan itu diperintahkan Allah. Jadi kita harus melaksanakannya karena Allah SWT memerintahkan.

Akhlak itu bagian dari hukum syara’, maka kita melakukan atau meninggalkan suatu perbuatan didasari dengan perintah dan larangan dari Allah SWT. Makanya meskipun jujur itu baik, terkadang kita juga diperintahkan untuk berbohong. Berbohong yang diperbolehkan dalam Islam, diantaranya:

1. Berbohong dalam rangka mendamaikan saudaranya.

2. Berbohong dalam keadan perang/mara bahaya.

3. Berbohong dalam rangka menyenangkan istri.

Mengapa kita berbohong? karena itu diperbolehkan dalam Islam. Maka dari itu, sudah seharusnya perbuatan seorang muslim tidak didasarkan pada manfaat atau mafsadat. Perbuatan seorang muslim harus didasarkan pada perintah dan larangan dari Allah SWT.

Karena jika akhlak disandarkan pada manfaat atau mafsadat, seseorang akan menjadi orang munafik. Dimana disaat ada manfaat, seseorang tersebut berakhlak tapi jika tidak bermanfaat akan ditinggalkan. Paham kan maksud saya?

Keterangan:

Definisi Mafsadat:
1. kerusakan atau akibat buruk yg menimpa seseorang (kelompok) krn perbuatan atau tindakan pelanggaran hukum: perjudian dapat menimbulkan — berupa kemiskinan, kemalasan, dan kejahatan lainnya.
– Source: KBBI 3

Ilustrasi gambar dari sini.

Advertisements