Tags

, , , , , , , , ,

apel merah vs apel hijauPernahkah kawan-kawan membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain? Biasanya apa yang dibandingkan? Jika saya boleh menebak-nebak apa yang kalian bandingkan, biasanya yang dibandingkan tentang keadaaan anda yang tidak seberuntung mereka, atau tentang fisik, seperti wajah yang tidak setampan atau secantik dia. Dengan kata lain, anda sedang membandingkan kekurangan diri sendir dengan kelebihan orang lain.

Jika demikian, pasti teman-teman merasa kecewa pada diri sendiri. Pada akhirnya,  sadar atau tidak sadar anda sedang kufur dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada anda.

Jika hal itu terjadi, segeralah istighfar dan berusaha untuk tidak berpikiran buruk seperti itu lagi. Sebagai gambaran, orang yang sering membanding-bandingkan ibarat anda sedang bermain badminton. Di sebuah pertandingan antar kampung, lawan anda jago menggunakan tangan kirinya untuk bermain badminton, sementara anda ikut-ikutan menggunakan tangan kiri padahal anda tidak terbiasa dengan hal tersebut. Anda sebenarnya lebih jago bermain dengan tangan kanan. Apa yang terjadi selanjutnya? Dapat dipastikan anda kalah dalam pertandingn tersebut.

Sama seperti membandingkan diri sendiri dengan orang lain, pada saat yang sama, sebenarnya anda sedang membandingkan sesuatu yang tidak seimbang, antara kelemahan anda dengan kelebihan orang lain. Pasti anda akan kalah.

Begitu juga dengan gambar apel di atas, jika anda membandingkan antar kedua apel di atas manakah yang paling merah, jawabannya pasti yang kiri. Juga bisa dibalik pertanyaanya, manakah apel yang paling hijau, pasti jawabannya yang kanan. Hehehe… Semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing bukan?

Setiap orang itu memiliki sisi menarik masing-masing. Yang menjadi pertanyaan, sudah tahukah apa yang menjadi kelebihan anda? Bisa jadi kekurangan anda itu adalah sebuah kelebihan anda. Semua itu kembali pada penyikapan terhadapa diri sendiri.

Toh paras yang tampan/cantik ataupun kurang tampan/cantik, kaya ataupun miskin, gemuk atau kurus, itu semua tidak menjadi tolak ukur baik buruknya seseorang di mata Allah. Allah menilai dari seberapa taqwanya seorang hamba padaNya.

Keterangan:
Ilustrasi gambar dari sini

Advertisements