Tags

, , ,

Cat StevensVia: freshindependence.com

Saya selalu merasa bahagia yang teramat sangat ketika membaca atau mendengar cerita dari seseorang yang berhijrah di jalan Islam atau menjadi mualaf. Karen hal tersebut sama dengan yang saya rasakan ketika “mengenal” Allah SWT. Yaitu saat saya “menemukan” Sang Pencipta melalui jalan proses berpikir tentang alam semesta, manusia dan kehidupan dan mengkaitkannya dengan sebelum dan sesudah kehidupan dunia.

Entah itu siapa orangnya, saya selalu merasaka hal yang sama. Yakni ikut merasakan bahagia. Kisah-kisah mereka menarik untuk kita dengar. Salah satu kisah seorang mualaf yang menarik untuk kita ketahui perjalanannya menuju Islam adalah Yusuf Islam atau Cat Stevens. Ia adalah seorang pop star terkenal di era tahun 70an. Cat Stevens melepas ketenarannya justru di puncak kariernya sebagai musisi dan penyanyi.

Sebagai gambaran ketenarannya, album lagu-lagunya berhasil terjual sebanyak 40 juta copy yang paling banyak terjual antara tahun 1960-1970. Beberapa lagu yang terkenal seperti “Morning Has Broken”, “Father and Son”, dan “Peace Train.”

Cat Stevens

Via: fanart.tv

Cat Stevens lahir di London, Inggris, 21 Juli 1948, dengan nama Stephen Demetre Georgiou. Di masa kanak-kanaknya ia sudah akrab dengan panggung hiburan, karena keluarganya memiliki bisnis di bidang tersebut. Ia hidup di lingkungan keluarga dengan kelas sosial tinggi di Inggris. Sehingga bisa dibayangkan betapa berperannya lingkungannya mempengaruhi pola pikirnya dalam menjalani kehidupan.

“Banyak orang di sekeliling saya memberi pengaruh pada pemikiran saya bahwa uang dan dunia adalah Tuhan mereka. Sehingga saya memutuskan untuk bahwa itulah hidup saya. Banyak uang, hidup enak,” ucap Yusuf.

Yusuf Islam

Via: vnews.com

Di usia muda, Cat Stevens nama yang lebih dikenal oleh penggemar, sudah berada di puncak kariernya. Foto-foto dan namanya telah megisi banyak media massa, dan cita-citanya untuk menjadi musisi terkenal pun tercapai. Ia merasakan kebahagiaan dunia, tapi tidak membuatnya puas. Pencarian mencari apa yang ia inginka, justru menjerumuskannya pada gaya hidup yang salah, ia menjadi akrab dengan narkoba dan minuman keras. Dari kebiasaanya buruk itu, ia menderita sakit tubercolosus, terpaksa harus dirawat di rumah sakit.

Saat berada di rumah sakit itulah awal ia berpikir tentang tujuan hidupnya. Yusuf mulai berpikir, “mengapa saya di sini, tergelatak di tempat tidur?”, “apa yang terjadi pada saya?”, “apakah saya cuma seonggok tubuh?”,  “apakah tujuan hidup saya semata-mata hanya untuk memuaskan tubuh ini?” Berbagai pertanyaa itulah yang membuatnya samakin haus dengan kebenaran.

Cat Stevens mulai mempelajari berbagai ajaran atau agama, seperti mempelajari agama Budha, mempelajari Zen dan Ching, numerologi, kartu tarot dan astrologi, dan juga kembali mempelajari alkitab. Tapi semua itu tidak membuat hatinya tenang dan juga tidak memuaskan pikirannya.

Yusuf Islam with family

Via: zimbio.com

Sampai ia membaca Al Qur’an yang diperoleh dari saudara laki-lakinya sepulang dari Yerusalem. Saudaranya tersebut merasa terkesan betapa bedannya suasana Masjid dengan Gereja ataupun Sinagog. Di masjid suasananya ramai tapi ketenangan dan kedamaina tetap terasa. Berbeda saat saudaranya mengunjungi gereja dan sinagog yang sepi. Saat membaca Al Quran itulah, Yusuf merasakan bahwa dia telah menemukan agama yang benar.

“Dan ketika saya menerima kitab itu, semua pertanyaan dalam kepala saya mulai terjawab. Hal pertama yang ingin saya lakukan ketika itu adalah menjadi seorang Muslim.” tutur Yusuf.

Singkat cerita, di tahun 1977, sekitar satu tahun dari pertama kali ia membaca Al Quran, Cat Stevens masuk Islam. Pada hari jumat setelah selesai sholat jumat, Yusuf pun menemui Imam Masjid di London, dan mengucapkan dua kalimat syahadat. Kemudian namanya diubah menjadi Yusuf Islam.

Setelah masuk Islam, Yusuf menjadi pendakwah dan aktif di kegiatan sosial. Aktif juga dalam bidang pendidikan, dan itu membuat pemerintah Inggris mengesahkan dan mendukung pendidikan Islam di seluruh Britania Raya.  Selain itu ia juga masih bermusik, namun temanya berubah menjadi tema-tema Islam.

Referensi: id.wikipedia.org, eramuslim.com, facebook.com, kapanlagi.com

Advertisements