Menghisab Diri Sendiri

sunrise in paris
Via: photographershalloffame.blog.com

Pernah mendengar cerita seorang bangsawan Eropa yang membenci menara Eiffel? Kisahnya unik. Jika belum pernah mendengar, baiklah akan saya ceritakan dengan gaya bahasa saya sendiri.

Dahulu, ada seorang bangsawan Perancis yang sangat membenci menara Eiffel. Sialnya dia tinggal di kota tempat menara Eiffel dibangun. Saking bencinya bangsawan itu dengan menara Eiffel, setiap hari Ia selalu bercerita dengan banyak orang tentang kebencianny pada menara Eiffel. Sampai-sampai sebagian besar penduduk kota tahu,  jika Si bangsawan membenci menara Eiffel.

Namun anehnya, setiap hari Si bangsawan, sarapan  dan makan siang di restauran yang berada di bawah menara Eiffel. Sehingga, ketika ada orang yang bertemu dengan Si bangsawan di restauran, mereka bertanya-tanya, “Aneh sekali bangsawan itu, bukankah dia membenci menara Eiffel, mengapa dia datang ke restauran ini?”

Karena penasaran, ada seorang pemuda yang memberanikan diri untuk bertanya, “Tuan, bukankah Anda membenci menara Eiffel, tapi mengapa anda selalu datang di restauran itu  setiap hari?”

“Hemm…” Dengan mengangguk pasti dan melemparkan senyum Si bangsawan menjawab, “Karena dengan diriku berada di restauran itu, Aku tidak bisa melihat menara Eiffel.”

Sang pemuda tersenyum puas dengan jawaban Si bangsawan, begitu pun dengan Si bangsaswan Perancis.


***

Dari cerita di atas, dapat saya jadikan contoh untuk kasus menilai diri sendiri dari sudut pandang orang lain. Kita tidak akan mengetahui bagaimana diri  kita di mata orang lain, jika kita tidak keluar dari dalam diri, untuk sejenak melihat diri kita sendiri. Dalam arti, kita melihat diri kita dari sudut pandang orang lain. Apakah diri saya sudah bermanfaat untuk orang lain, atau justru kesehariaan saya diisi dengan keegoisan diri.

Selain itu, kehidupan kita di dunia ini tidaklah selamanya. Akan ada hari penghisaban amal. Apa lebih banyak amal baik atau amal buruk yang telah kita perbuat.

Sebagai seorang Muslim, sudah seharusnya kita menghisap diri kita sebelum hari penghisapan datang. Sejalan dengan pesan Umar Bin Khattab r.a, “Hisablah dirimu sebelum dirimu sendiri dihisab, dan timbanglah amal perbuatanmu sebelum perbuatanmu ditimbang.”

Semoga kita dapat merenungkan pesan Umar Bin Khattab ra. sehingga kita bisa lebih cerdas dalam menjalani hidup di dunia ini.

Nb: Cerita bangsawan yang membenci menara Eiffel dapat anda baca disini.

Advertisements

12 thoughts on “Menghisab Diri Sendiri

  1. Wah berkesan sekali mas yang saya kira mbak..maaf y mas…wah saya suka nih mas penuh dengan makna yang dalam jadi belajar ttg hidup dan mulai ngerasa bahwa kita juga harus mnghisab diri kita sblm dihisab bsk di yaumul hib mantap mas mksih mas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s