Tags

, , , , , ,

logo wordpressvia: http://ctl.qc.cuny.edu/

“Terkadang bukan fasilitas yang membuat orang menjadi penulis melainkan tekad yang kuat yang akan menjadikannya  seorang penulis.”

Sebelum mempunyai komputer, saya mempunyai keinginan untuk  menulis setiap hari di blog pribadi. Namun setelah keinginan memiliki komputer terwujud, justru niat menulisnya yang hilang. Itulah salah satu contoh bahwa fasilitas tidak menjamin produktifitas dalam melahirkan sebuah karya.

Dalam menulis, terkadang semangat itu terlahiri dari keinginan untuk mengikuti produktifitas penulis lain yang telah banyak menghasilkan tulisan. Seperti blogger pemula, biasanya akan termotivasi dengan seringnya mengunjungi blog orang lain yang memiliki tulisan yang lebih banyak daripada blog miliknya.

Bagi para blogger, update tulisan dan blogwalking menjadi dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Apalah arti blogger tanpa menulis, dan alangkah sepinya blog kita tanpa saling mengunjungi. Disamping itu, seringnya melakukan blogwalking menjadikan kita semakin banyak ilmu yang didapat.  Membuat kita memiliki ide menulis yang berhubungan dengan pembahasan yang sedang kita baca. Sehingga akan melahirkan tulisan baru yang terinspirasi dari tulisan teman kita tersebut.

Namun yang terpenting bagi blogger pemula seperti saya , blogging menjadi sarana menjaga semangat menulis. Karena dari seringnya saling memberikan komentar antar blogger, menjadikan semangat tersendiri bagi saya untuk lebih aktif menulis. Dengan itu, kita tahu bahwa tulisan kita dibaca dan mendapatkan respon dari pembaca melalui komentarnya.

Sebagaimana pada umumnya seseorang yang menekuni dunia tulis menulis, menulis di blog juga tidak instan langsung bagus. Semua itu membubutuhkan proses, tinggal seberapa sering kita melatih skill menulis kita. Dibutuhkan kedisiplina dan ketekunan  serta berlatih dan belajar agar bisa menjadi seorang penulis. Bukankah blogger juga penulis? Keep writing teman-teman! 🙂

Advertisements