Remaja dan Pencarian Jati Diri

Remaja Muslim di Rusia via: www.republika.co.id

Remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Banyak yang berkembang pada diri remaja, dari mulai perkembangan fisik, dan juga pemikiran. Bisa dibilang masa ini adalah masa yang menentukan jalan hidup mereka di masa depan.Di masa ini juga, mereka sudah mulai bisa diajak untuk berpikir yang lebih mendalam tentang kehidupan. Meskipun dengan sedikit memaksa pikirannya untuk mau berpikir, karena mereka ini masih labil, orang-orang bilang sih, lagi mencari jati diri. Jadi masih butuh stimulan agar mereka mau berpikir.

Bicara tentang remaja, saya malah lebih tertarik untuk membahas tentang kewajiban seorang remaja menurut Islam. Apakah yang harus dilakukan  seorang remaja sebagai bekal menjalani kehidupan? Menurut saya, remaja haruslah dibekali dengan keimanan yang kuat kepada Allah SWT. Keimanan yang kokoh, tidak ada lagi keraguan di dalam meyakini keber-ada-an Sang Pencipta.

Sebagaimana yang disampaikan Imam Syafi’i (1):

Ketahuilah bahwa kewajiban pertama bagi seorang mukallaf(mampu memikirkan baik dan benar) adalah berpikir dan mencari dalil untuk makrifat kepada Allah Ta’ala. Arti berpikir adalah melakukan penalaran dan perenungan kalbu dalam kondisi orang yang berpikir tersebut dituntut untuk makrifat kepada Allah. Dengan cara seperti itu, ia bisa sampai kepada makrifat terhadap hal-hal yang ghoib dari pengamatannya dengan indera dan ini merupakan suatu keharusan. Hal ini merupakan suatu kewajiban dalam bidang ushuluddin.

Kewajiban pertama seorang remaja adalah berpikir, berpikir tentang manusia, alam semesta dan kehidupan. Mengapa berpikir tentang ketiga hal tersebut? Karena ketiga hal tersebut telah mencakup realitas yang ada di dunia ini. Perpikir tentang manusia, alam semesta dan kehidupan pun belum cukup, harus ditambah dengan mengkaitkan tiga realitas tersebut dengan  sebelum dan setelah kehidupan dunia. Sehingga diharapkan seorang remaja meyakini bahwa kehidupan ini ada yang menciptakan dan mereka mengetahui tujuan hidup mereka di dunia.

Dari pembahasan di atas tadi, terdapat 2 kemungkinan keberadaan  Sang Pencipta. Pertama, Pencipta menciptakan dirinya sendiri. Kedua, Pencipta bersifat Azali, (tidak berawal dan tidak berakhir.) Pendapat pertama jelas bertentangan dengan akal manusia, karena pada saat yang bersamaan sebagai pencipta sekaligu sebagai makhluk. Sedangkan pendapat yang kedua, jika otak kita sehat,  akal kita pasti akan menerima pendapat yang kedua tersebut.

Dalam Islam, Allah adalah Sang Pencipta, Dia yang telah menciptakan segala realitas yang ada dunia ini dari tidak ada menjadi ada.

Untuk mendapatkan pembahasan yang lebih mendalam #YukNgaji, halaqoh 2 jam dalam sepekan bersama Hizbut Tahrir.

Dewasa ini, memberikan pembinaan pada mereka sangatlah penting,  mengingat kehidupan di era kapitalis menuntut para remaja untuk pandai dalam menyikapi kehidupan ini. Tidak ada cara lain selain dengan memberikan pemahaman Islam pada remaja agar mereka bangga dengan Islam. Karena Islam adalah jalan hidup manusai, termasuk didalamnya para remaja.

Catatan Kaki:
(1.)  Lihat, As-Syafi’i, Fiqh al-Akbar,, hlm. 16

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s